Selama dua dekade terakhir, Google sudah menjadi pintu utama dalam pencarian informasi Gen Z. Mau cari resep, tutorial, sampai riset akademik semuanya ke Google. Tapi tahun 2025 menghadirkan babak baru dalam perilaku digital masyarakat, terutama Generasi Z. Mereka lebih nyaman membuka TikTok, YouTube, Instagram, bahkan Reddit ketimbang mengetik pertanyaan di kotak pencarian Google.
Apakah ini berarti dominasi Google mulai terancam? Mari kita kupas datanya, tren perilaku pengguna, dan prediksi ke depannya khususnya di konteks Indonesia.
Daftar Isi
ToggleTren Global dan Indonesia: Data Bicara
Menurut laporan We Are Social & Meltwater Indonesia 2024, Google memang masih dominan, namun ada tren menarik:
- 89,4% pengguna internet di Indonesia memakai Google.
- Tapi 53,7% pengguna Gen Z (usia 16-24) mengaku lebih sering mencari rekomendasi produk atau info cepat lewat media sosial ketimbang search engine.
Sementara laporan dari Pew Research Center (2023) menunjukkan bahwa TikTok telah menjadi mesin pencari utama untuk remaja di Amerika Serikat, dan tren serupa merembet ke berbagai negara—termasuk Indonesia.
“Anak muda cenderung menginginkan konten yang lebih cepat, visual, dan relatable. TikTok menawarkan itu.” – Cory Hayden, Digital Behavior Analyst
Grafik Tren 5 Tahun Terakhir
(Grafik tren Google vs TikTok sebagai media pencarian di Indonesia 2020–2025 berdasarkan Google Trends dan Hootsuite/We Are Social)

Catatan Penting: Karena tidak semua platform menyediakan data kuantitatif tahunan dalam bentuk grafik, maka visual yang saya buat bersifat interpretatif berdasarkan tren yang dilaporkan
Catatan: Terlihat peningkatan signifikan pada kata kunci populer yang lebih banyak muncul di TikTok search dibandingkan Google sejak 2022 ke atas.
Referensi Data dan Insight:
- We Are Social & Meltwater: Digital 2024 Global Overview Report – Indonesia Edition
→ Laporan tahunan ini menyajikan data penggunaan internet, media sosial, dan kebiasaan pencarian informasi berdasarkan usia.
Link sumber - Google Indonesia – Year in Search Reports & Think with Google
→ Menyediakan insight mengenai perubahan perilaku pencarian pengguna di Indonesia, termasuk tren menurunnya penggunaan search engine tradisional di kalangan muda.
Link sumber - Reuters Institute Digital News Report 2023
→ Laporan ini mencatat bahwa Gen Z mulai lebih sering mencari informasi dari TikTok dan Instagram dibandingkan dengan Google di beberapa wilayah Asia, termasuk Indonesia.
Link sumber - Katadata Insight Center & Kominfo (Indonesia)
→ Beberapa laporan riset yang mengungkapkan pola pencarian Gen Z dan dominasi TikTok sebagai mesin pencari informal baru di kalangan muda.
Mengapa Gen Z Lebih Pilih TikTok & Instagram?
1. Format Konten Visual Lebih Menarik
Konten berbentuk video pendek (short-form content) dianggap lebih efisien oleh Gen Z. Mereka bisa melihat langsung review produk, penjelasan topik, atau tips praktis dalam hitungan detik, tanpa perlu membuka banyak tab.
Menurut Think with Google, 65% pengguna mengatakan bahwa mereka lebih mudah memahami sesuatu dari video ketimbang teks panjang.
2. Algoritma Rekomendasi Lebih Presisi
Platform seperti TikTok menggunakan behavior-based algorithm yang sangat kuat. Mereka belajar dari apa yang kamu tonton dan suka, lalu menyajikan info yang “sepertinya kamu butuhkan”, bahkan sebelum kamu mencarinya.
Berbeda dengan Google yang butuh kata kunci spesifik, TikTok memberi “jalan pintas” lewat FYP (For You Page) yang personal.
Baca juga artikel kami tentang Kota di Indonesia dengan Internet Tercepat 2025
Apa Dampaknya Bagi Dunia SEO dan Digital Marketing?
1. SEO Tak Lagi Hanya untuk Google
Kini, SEO tidak cukup hanya optimasi meta title dan keyword density. Kita juga perlu mengoptimalkan konten video, caption media sosial, dan bahkan deskripsi di TikTok atau YouTube.
Beberapa strategi baru yang wajib diperhatikan:
- Gunakan keyword long-tail pada judul video.
- Sertakan teks pada video (closed caption).
- Pastikan durasi video sesuai perilaku pengguna (biasanya 15–60 detik untuk TikTok).
2. Riset Keyword Perlu Disesuaikan
Tool seperti Google Keyword Planner mulai “tidak relevan” saat kamu membuat konten untuk TikTok atau Instagram. Kamu bisa pakai:
- TikTok search bar untuk autocomplete keyword.
- Tools seperti AnswerThePublic atau Semrush untuk melihat pertanyaan aktual.
- Analisa hashtag dan tren video viral.
“Pencarian di media sosial bukan menggantikan Google, tapi melengkapi. Brand cerdas akan hadir di kedua tempat.” – Rahmat Hidayat, Konsultan Digital Marketing Indonesia
Studi Kasus Mini: Produk Kecantikan Lokal
Sebuah brand skincare lokal di Surabaya mengalami lonjakan traffic 3x lipat setelah mengalihkan fokus kontennya dari artikel blog ke video review di TikTok. Keyword seperti “sunscreen untuk kulit berminyak” lebih banyak dicari langsung di TikTok daripada Google oleh target audiencenya (wanita Gen Z 17–25 tahun).
Ini bukti bahwa pencarian bukan cuma soal mesin, tapi soal perilaku manusia yang berubah.
Kesimpulan: Masa Depan Bukan Hanya di Google
Di tahun 2025 ini, pencarian informasi Gen Z semakin multiplatform. Google tetap relevan, tapi TikTok, YouTube, Reddit, dan Instagram mulai merebut hati terutama bagi Gen Z Indonesia.
Sebagai digital marketer, konten kreator, atau brand owner, kita perlu adaptif. Pahami bahwa sekarang “SEO” tidak hanya tentang algoritma Google, tapi juga bagaimana kita hadir secara otentik di platform tempat audiens berada.
Himbauan: Jadilah pengguna yang bijak. Cek ulang informasi sebelum percaya begitu saja, apalagi dari media sosial. Verifikasi sumber dan selalu jaga keamanan data pribadi Anda saat mencari atau membagikan info online.







7 Responses
Good
Awesome
Very good
Good
Good
Good
Very good